Pelantikan DPD PERSAGI Jawa Timur: Ahli Gizi Diundang Sukseskan Program MBG

MALANG – Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Jawa Timur melantik pengurus baru dan mengajak masyarakat untuk hidup sehat serta mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Pelantikan tersebut dilaksanakan pada Senin, 23 Januari 2026, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua DPD PERSAGI Jawa Timur terpilih, Prof. Dian Handayani, SKM, M.Kes, PhD.

Dalam sambutannya, Prof. Dian Handayani menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua DPD PERSAGI Jawa Timur. Ia berjanji untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, serta memperkuat organisasi untuk memastikan ahli gizi dapat berperan aktif dalam pembangunan kesehatan bangsa.

Pentingnya peran ahli gizi semakin ditekankan dalam rangka transformasi besar sistem kesehatan nasional. Menurut Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023, pelayanan kesehatan harus mengedepankan pendekatan promotif dan preventif, yang sangat bergantung pada kontribusi ahli gizi dalam pencegahan penyakit dan pengendalian faktor risiko kesehatan masyarakat.

Program MBG, yang bukan sekadar distribusi makanan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada ahli gizi dalam merencanakan menu, memastikan standar gizi, dan menjaga kualitas pangan. Prof. Dian menegaskan bahwa tanpa peran ahli gizi yang optimal, MBG berisiko menjadi program administratif semata.

Sementara itu, tantangan besar lain adalah penyelesaian masalah gizi, termasuk stunting. Diperlukan kehadiran ahli gizi yang kompeten di tingkat pelayanan dasar dan komunitas untuk menurunkan angka stunting dan ketimpangan gizi. PERSAGI juga berkomitmen untuk mendukung peningkatan kompetensi ahli gizi melalui pelatihan berbasis standar nasional dan mendorong kerjasama dengan pemerintah, akademisi, dan fasilitas kesehatan.

“Kolaborasi dan integritas adalah kunci untuk mewujudkan peran ahli gizi yang berdaya saing dan berpengaruh dalam pembangunan kesehatan nasional,” ujar Prof. Dian. Keberhasilan PERSAGI dalam meningkatkan kompetensi ahli gizi di Jawa Timur diharapkan dapat turut serta mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang sehat dan produktif.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *