Hadapi Disrupsi dan Dinamika Global, Pemkab Lumajang Perkuat Sinergi dengan GP Ansor

LUMAJANG – Pemerintah Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan organisasi kepemudaan dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Perubahan sosial yang cepat, dinamika global, serta disrupsi teknologi dinilai menuntut kolaborasi lintas sektor agar agenda pembangunan tetap adaptif dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati saat menghadiri Konfercab XVI GP Ansor Lumajang yang digelar di Yayasan Darul Falah Karangbendo, Kecamatan Tekung, Sabtu (7/2/2026). Dalam forum tersebut, Indah menilai organisasi kepemudaan memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam merespons perubahan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Menurut Bupati, pembangunan daerah ke depan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan seluruh elemen masyarakat untuk beradaptasi dan berinovasi. Dalam konteks itu, Gerakan Pemuda Ansor dinilai memiliki kekuatan sosial dan jaringan kader yang luas, sehingga berpotensi menjadi motor penggerak perubahan di tingkat akar rumput.

Indah mendorong GP Ansor untuk terus meningkatkan kapasitas kader, baik dalam aspek kepemimpinan, penguatan wawasan kebangsaan, maupun kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Organisasi kepemudaan, menurutnya, tidak cukup hanya berperan sebagai penjaga nilai, tetapi juga harus tampil sebagai aktor yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan sosial yang muncul seiring perubahan zaman.

Sejalan dengan itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan GP Ansor. Ia menyatakan sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi kepemudaan menjadi kunci agar program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Pemerintah daerah siap berjalan bersama GP Ansor. Kolaborasi yang kuat akan mempercepat terwujudnya program pemberdayaan pemuda yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Yudha.

Wakil Bupati juga menilai GP Ansor memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Lumajang. Dengan jejaring kader yang dimiliki, GP Ansor diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai dinamika pembangunan.

Konfercab XVI GP Ansor Lumajang dipandang sebagai momentum konsolidasi organisasi untuk menyelaraskan visi gerakan kepemudaan dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap GP Ansor terus tampil sebagai mitra strategis yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada kemajuan daerah secara berkelanjutan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *