LUMAJANG — Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Senin pagi (12/1/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa kolom abu yang dikeluarkan Gunung Semeru teramati mencapai ketinggian sekitar 400 meter di atas puncak gunung.
Erupsi terjadi pada pukul 08.09 WIB dan tercatat dengan intensitas yang cukup besar. Kolom abu yang keluar berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal, mengarah ke timur laut. Menurut catatan petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru, Mukdas Sofian, kolom abu setinggi 400 meter tersebut setara dengan 4.076 meter di atas permukaan laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 110 detik.
PVMBG langsung mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk mengantisipasi potensi bahaya lebih lanjut. Warga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, terutama di sepanjang Besuk Kobokan yang terletak sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat kawasan tersebut berpotensi terdampak oleh awan panas dan aliran lahar yang dapat meluas hingga 17 kilometer dari puncak.
Erupsi ini juga berbarengan dengan munculnya fenomena lain, yaitu luncuran awan panas yang bergerak sejauh 5.000 meter ke arah tenggara. Pemantauan dan mitigasi bencana terus dilakukan oleh pihak terkait untuk memastikan keselamatan warga sekitar.
Situasi ini kembali mengingatkan akan potensi bahaya yang dihadapi masyarakat yang tinggal di sekitar gunung berapi aktif. Dinas terkait terus memperbarui informasi untuk memastikan langkah pencegahan yang tepat agar risiko bagi warga dapat diminimalisir.


