KEDIRI — KSPPS BMT NU Kota Kediri menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di Lotus Garden Ballroom, Sabtu (31/1/2026). Forum tertinggi koperasi itu dihadiri ratusan anggota dan pemangku kepentingan, sekaligus menjadi momentum refleksi, evaluasi, dan penguatan peran koperasi syariah dalam mendorong ekonomi umat.
Dalam RAT tersebut, pengurus menyampaikan laporan kinerja dan capaian selama satu tahun terakhir, sekaligus memaparkan arah pengembangan usaha ke depan. Agenda ini juga menjadi ruang evaluasi terbuka antara pengurus, pengawas, dan anggota sebagai pemilik koperasi, termasuk pembahasan tentang penguatan tata kelola agar layanan kepada anggota semakin efektif dan akuntabel.
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha yang hadir dalam kegiatan tersebut menilai capaian BMT NU mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Ia menekankan koperasi syariah memiliki posisi strategis dalam membangun sistem ekonomi yang adil dan berkelanjutan, khususnya di tingkat komunitas.
“Kami memberikan apresiasi atas komitmen pengurus dan anggota BMT NU yang konsisten menjaga nilai-nilai koperasi dan syariah,” kata Qowimuddin.
Menurutnya, dalam kurun sekitar tiga setengah tahun, BMT NU Kota Kediri berhasil mengelola aset hingga kurang lebih Rp 11 miliar. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa koperasi berbasis syariah dapat tumbuh sehat dan memberi manfaat luas bagi anggota, sekaligus memperkuat perannya sebagai pilar ekonomi umat.
“Ini menunjukkan koperasi bisa menjadi pilar ekonomi umat yang kuat,” ujarnya.
Qowimuddin menambahkan, keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besaran aset, tetapi juga dari dampaknya terhadap penguatan usaha anggota. Ia menilai koperasi syariah berperan penting dalam mendukung UMKM, membuka peluang ekonomi baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.
Ketua KSPPS BMT NU Kota Kediri, Moh. Sirojuddin, menyampaikan RAT merupakan bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada anggota. Ia menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan profesionalitas pengelolaan koperasi, dengan kepercayaan anggota sebagai modal utama pertumbuhan.
“Kepercayaan anggota adalah modal utama kami untuk terus berkembang,” kata Sirojuddin.
Sementara itu, Ketua Asosiasi BMT NU Jawa Timur KH Khoirul Anam menilai perkembangan BMT NU Kota Kediri dapat menjadi contoh bagi koperasi syariah lainnya. Menurutnya, sinergi antara manajemen yang sehat dan nilai keagamaan menjadi kekuatan utama, sehingga koperasi syariah dituntut tetap profesional tanpa meninggalkan prinsip syariah.


