Pemprov Jatim Revitalisasi 60 Sekolah di Madura, Pendidikan Tak Lagi Boleh Tertinggal

SAMPANG Pemerintah Provinsi Jawa Timur merevitalisasi 60 sekolah di Pulau Madura sebagai bagian dari program “Mama Mau Naik Kelas/Madura Maju, Madura Unggul” yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia di empat kabupaten di Madura.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengatakan, dari total 60 sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi, sebanyak 15 di antaranya berada di Kabupaten Sampang, terdiri atas tujuh SMA, lima SMK, dan tiga SLB. Program tersebut, kata dia, bukan sekadar penataan fisik bangunan sekolah, melainkan bagian dari strategi besar untuk mendorong Madura keluar dari bayang-bayang ketertinggalan pendidikan.

“Program Mama Mau Naik Kelas yang diinisiasi Gubernur Jatim merupakan langkah strategis percepatan peningkatan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di wilayah Madura,” ujar Slamet Junaidi di sela safari Ramadan di Sampang, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, Pemprov Jatim menempatkan pendidikan sebagai pintu utama untuk membangun daya saing Madura. Karena itu, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat literasi siswa dan meningkatkan jumlah lulusan SMA/SMK yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sejumlah langkah telah disiapkan, mulai dari penunjukan 12 SMA negeri sebagai sekolah percontohan, pemetaan potensi siswa untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), hingga penguatan akademik untuk Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui intensifikasi materi persiapan UTBK. Selain itu, asesmen dan try out UTBK-SNBT juga akan dilakukan secara berkala untuk mengukur kesiapan siswa secara lebih terarah.

Gubernur Khofifah menegaskan, peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya dengan target angka, tetapi harus ditopang sarana belajar yang layak, aman, dan nyaman. Karena itu, revitalisasi sekolah diposisikan sebagai fondasi untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Sebagai bentuk afirmasi, Pemprov Jatim juga menyiapkan penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan capaian kelulusan siswanya ke perguruan tinggi negeri. Bagi Pemprov Jatim, kemajuan Madura tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus terlihat nyata dari ruang kelas yang lebih baik dan masa depan siswa yang lebih terbuka.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *