Pemkab Batang Dorong Pembangunan Embung dan Normalisasi Sungai sebagai Solusi Banjir

BATANG Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyiapkan strategi jangka panjang pengendalian banjir melalui pembangunan embung dan normalisasi sungai. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan risiko banjir sekaligus mengembalikan fungsi pengairan pertanian yang menurun akibat alih fungsi lahan.

Bupati Batang Faiz Kurniawan mengatakan pihaknya telah mengusulkan proyek senilai Rp 26 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sejalan dengan pembagian kewenangan pengelolaan sumber daya air. “Embung ini diproyeksikan mampu mengairi 133,96 hektare sawah di lima desa dan sekaligus menjadi pengendali banjir yang efektif,” ujarnya, Senin (19/1/2026).

Faiz menekankan normalisasi Sungai Kalipucang sebagai solusi mendasar di lapangan. Menurutnya, penyempitan aliran sungai terjadi akibat alih fungsi lahan yang menggerus kapasitas tampung air. “Normalisasi harus disertai kesadaran bersama. Areal yang selama ini dipakai untuk bangunan perlu dikembalikan fungsinya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Batang Endro Suryono menyampaikan pihaknya telah memetakan lokasi-lokasi krusial untuk memastikan kesiapan fondasi sebelum pengerjaan fisik dimulai. “Kajian sudah ada. Salah satunya pembangunan Embung Kalipucang yang diproyeksikan menjadi bak penampungan raksasa untuk memecah debit air sebelum masuk wilayah kota,” jelasnya.

Sebagai langkah jangka pendek, Pemkab Batang juga memfokuskan perbaikan drainase di jalur protokol, antara lain Jalan Martadinata dan Jalan Yos Sudarso. Upaya ini ditujukan untuk mengurangi genangan yang kerap tertahan di Jalan Ahmad Yani, sehingga aliran air lebih cepat terdistribusi.

Dengan kombinasi langkah struktural jangka panjang dan penanganan cepat di titik rawan, Pemkab Batang menargetkan penurunan risiko banjir yang berkelanjutan sekaligus menjaga produktivitas pertanian dan keselamatan kawasan perkotaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *