GRESIK – Pemerintah Kabupaten Gresik mengalokasikan anggaran sebesar Rp261 miliar untuk perbaikan jalan poros desa. Program infrastruktur ini menargetkan penyelesaian tujuh ruas jalan strategis hingga tahun 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antar wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Pemerintah daerah menilai perbaikan jalan poros desa menjadi kebutuhan mendesak mengingat perannya sebagai urat nadi aktivitas warga, mulai dari mobilitas harian, distribusi hasil pertanian dan industri rumahan, hingga akses layanan dasar. Dengan anggaran tersebut, Pemkab Gresik menargetkan peningkatan kualitas jalan agar lebih aman, nyaman, dan berdaya tahan.
Sejumlah ruas yang masuk dalam prioritas pembangunan dipilih berdasarkan tingkat kerusakan, volume lalu lintas, serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Tujuh ruas yang ditarget rampung pada 2026 diharapkan mampu memangkas waktu tempuh dan biaya logistik, sekaligus meningkatkan akses desa ke pusat-pusat ekonomi.
Pemkab Gresik menegaskan, program ini dirancang bertahap dan berkelanjutan agar pekerjaan berjalan efektif tanpa mengganggu aktivitas warga. Selain itu, pengawasan kualitas pekerjaan menjadi fokus agar hasil pembangunan memiliki umur layanan panjang dan memberi manfaat optimal.
Melalui investasi infrastruktur jalan poros desa ini, Pemkab Gresik berharap pemerataan pembangunan dapat dipercepat, daya saing desa meningkat, serta kesejahteraan masyarakat terdorong secara nyata hingga pelosok wilayah.


